Pastikan Data Anda kami terima hingga tampil
![]()
TV ONLINE Click Here!

CV. ARTOMORO
MEDIATOR & KONSULTAN HUKUM
TOKO ONLINE :
AFFILIANSI :
PASANG IKLAN :
PAID TO CLICK :
BELAJAR BLOGER :

Berbagai macam Produk dagangan Kami, telah tersedia. Barangkali Anda membutuhkan sesuatu, tidaklah REPOT... Klik disini
KOMISI - KOMISI : Politik & Pemerintahan - Perlindungan Buruh & Pekerja - Perlindungan Wanita & Anak - Pemberantasan Korupsi - Hak Asasi Manusia [HAM] - Pertanahan & Lingkungan Hidup - Advokasi Sektor non Formal - Advokasi Lintas LSM
DIVISI - DIVISI : Penyelidikan & Litigasi - Penyuluhan & Non Litigasi - Penelitian & Pengembangan Organisasi & Tata Laksana.
PELAYANAN : Konsultasi Hukum GRATIS, Pembelaan Hukum / Advokasi, Penyelesaian Permasalahan, Pendampingan Hukum. Klik disini
Disain Arsitektur GRATIS , jika pelaksanaannya dipercayakan kepada kami. Harga bangunan yang relatif terjangkau dan bentuk bangunan Arsitektur yang elegants. Klik disini
CV. ARTOMORO , Dealer Resmi TV Payment Semarang, Nikmati ratusan channel dari berbagai macam siaran, Informasi akurat dan mutu gambar yang stabil . Klik disini
Contoh Disain Rumah dan Kantor dari kami sebagai Jasa Profesional Kontraktor Bangunan. Klik disini
Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita. Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita. Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah
Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh Andi dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita'
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.
3. Buat pertanyaan
ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan
yang menarik. Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.
Copyright © 2010 Peluang Bisnis Indonesia | Cara bisnis online · All Rights Reserved